Gemuk itu sehat…???

Gemuk itu sehat? Bisa benar, bisa tidak. Benar jika gemuk dianggap sebagai tercukupinya kebutuhan gizi, dibanding jika seseorang kurus kering. Tapi pendapat ini bisa jadi salah bila gemuk menjadi berlebihan, hingga menjadi kegemukan atau lazim pula disebut obesitas. Kenapa? Karena orang yang mengidap obesitas biasanya mengalami peningkatan risiko terserang berbagai penyakit dan gangguan kesehatan. Inilah beberapa di antaranya yang paling sering jadi ancaman.

1. GANGGUAN JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
Obesitas merupakan penyebab utama terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) . Pasalnya, obesitas menyebabkan peningkatan beban kerja jantung, karena dengan bertambah besar tubuh seseorang maka jantung harus bekerja lebih keras memompakan darah ke seluruh jaringan tubuh. Bila kemampuan kerja jantung sudah terlampaui, terjadilah yang disebut gagal jantung. Tanda-tandanya, napas sesak dan timbulnya bengkak pada tungkai. Pengidap obesitas juga sering mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) karena pembuluh darah menyempit akibat jepitan timbunan lemak. Kombinasi obesitas dan hipertensi ini tentu saja memperberat kerja jantung. Akibatnya, timbul penebalan pada dinding bilik jantung disertai kekurangan oksigen. Keadaan ini akan mempercepat timbulnya gagal jantung.

2. GANGGUAN FUNGSI PARU-PARU.
Lagi-lagi timbunan lemak menjadi pemicu masalah. Pada pengidap obesitas, timbunan ini dapat menekan saluran pernapasan. Ini bisa menyebabkan terjadinya, henti napas saat tidur (sleep apnea). Gangguan seperti ini lama-lama dapat menyebabkan gagal jantung juga dan berujung dengan kematian.

3. MENYEBABKAN DIABETES DAN PENINGKATAN KOLESTEROL
Obesitas dapat menyebabkan terjadinya penyakit kencing manis (diabetes melitus). Ini disebabkan timbulnya gangguan fungsi insulin pada pengidapnya. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh. Fungsinya antara lain memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi. Akibat gangguan fungsi insulin, gula tidak dapat masuk ke dalam sel, sehingga tetap beredar dalam darah. Ini dapat diketahui dari kadar gula darah yang meningkat. Gangguan fungsi insulin ternyata juga mengakibatkan gangguan metabolisme lemak (dislipidemia) . Ini dapat dilihat dari terjadinya peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol LDL (kolesterol jahat), trigliserida, namun disertai penurunan kolesterol HDL (kolesterol baik). Peningkatan kadar kolesterol jahat disertai penurunan kadar kolesterol berujung terbentuknya kerak dalam pembuluh darah (arterosklerosis) . Arterosklerosis akan memperkecil diameter pembuluh darah, sehingga menyebabkan penyakit jantung koroner dan serangan stroke.

4. GANGGUAN PERSENDIAN
Obesitas akan menyebabkan peningkatan beban pada persendian penyangga berat. Misalnya persendian lutut sehingga lama-lama dapat menimbulkan peradangan persendian (osteoartritis) . Gejala-gejalanya antara lain, nyeri pada sendi, diikuti dengan pembengkakan. Sendi juga menjadi kaku tak bisa digerakkan. Yang terparah, penderita tidak sanggup berjalan lagi.

5. GANGGUAN SISTEM HORMONAL
Obesitas ternyata juga mempengaruhi sistem hormonal dalam tubuh. Pada anak gadis, obesitas menyebabkan haid pertama (menarkhe) datang lebih awal. Pada wanita dewasa, obesitas dapat menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal (hiperandrogenisme, hirsutisme), dan gangguan siklus menstruasi. Hiperandrogenisme berarti jumlah hormon androgen (lelaki) meningkat. Akibatnya terjadi hirsutisme (tanda maskulinisasi) . Misalnya jerawatan, distribusi bulu2 di wajah dan badan, bahkan mungkin perubahan suara menjadi berat seperti suara lelaki. Pada wanita, obesitas juga peningkatan risiko timbulnya batu empedu. Ini terjadi karena cairan empedu menjadi lebih kental.

6. MENINGKATKAN RISIKO PENYAKIT GANAS
Hasil penelitian menunjukkan, pada wanita yang sudah mengalami menopause, obesitas meningkatkan risiko timbulnya kanker rahim (endometrium) dan kanker payudara. Sedangkan pada pria, kegemukan dapat meningkatkan risiko terserang kanker prostat dan kanker usus besar (kolorektal) .

7. GANGGUAN PSIKOLOGIS
Orang dengan obesitas juga seringkali mengalami gangguan psikologis berupa rasa rendah diri, keadaan depresi, bahkan bisa terkucil dari pergaulan sosial. Terlebih lagi bila lingkungan di sekitarnya tidak memberi dukungan, melainkan lebih banyak memperolok-olok kegemukannya.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB OBESITAS
Obesitas dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Yang terutama adalah:
1. Faktor genetik
Genetik berarti secara keturunan seseorang mempunyai potensi untuk menjadi obes. Biasanya sejak masih anak-anak sudah bertubuh gemuk. Anak-anak dari orang tua yang gemuk, cenderung menjadi gemuk juga, terutama bila kedua orang tuanya gemuk.

2. Faktor lingkungan
Aktivitas kurang bisa menyebabkan badan bertambah gemuk. Pada anak atau remaja yang gemuk, karena tersingkir dalam pergaulan, mereka jadi enggan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, misalnya Kurangnya aktivitas fisik ini juga bisa disebabkan oleh gaya hidup malas. Misalnya malas berjalan, malas naik tangga, dan sebagainya. Faktor lingkungan lainnya adalah banyaknya makanan yang mengandung gula dan lemak jenuh.

3. Penyakit
Ada beberapa penyakit yang menyebabkan seseorang mengidap obesitas. Misalnya saja hipotiroidisme, sindroma Cushing, kelainan hipotalamus, dan beberapa lagi sindroma genetik (penyakit bawaan). Umumnya obesitas timbul karena penyakit-penyakit tersebut menyebabkan perubahan keseimbangan hormonal dalam tubuh yang pada akhirnya menyebabkan penimbunan lemak tubuh.

SEBAIKNYA TURUN BERTAHAP
Menurunkan berat badan dengan program ShapeWorks, tidaklah sesulit yang dibayangkan. Seseorang hanya perlu makan normal 1x, makan Shake 2x sehari dan minum tablet vitaminnya 3x sehari. Saat anda memulai programnya, kami akan melakukan analisa bentuk tubuh yang antara lain bertujuan mengetahui secara tepat, berapakah sebenarnya kebutuhan kalori dan kebutuhan makronutrien (karbohidrat protein, dan lemak) seseorang.
Tiap orang mempunyai riwayat kesehatan dan kegemukan yang berbeda-beda, begitu pula dengan tingkat metabolismenya. Rata-rata, berat badan anda akan turun antara 3-5 kg per bulan diikuti dengan menyusutnya ukuran tubuh Anda. Di dalam ShapeWorks Program, fokusnya tidak hanya dalam penurunan berat badan saja, namun juga mengembalikan bentuk tubuh anda - sesuai dengan bentuk tubuh yang ideal. Jadi misalnya anda ingin turun 15 kg, waktu yang diperlukan 2-3 bulan untuk periode menurunkan berat badan. Sedangkan untuk periode penguncian berat badan, perlu 2-3 bulan. Saat anda mengikuti periode penguncian berat badan, sesungguhnya tubuh anda akan melakukan penyesuaian dengan berat badan yang baru dan melupakan metabolisme yang lama. Hasilnya, kepadatan massa otot anda lebih besar dibandingkan massa lemak. Inilah yang membuat berat badan anda bisa bertahan lama (tidak naik-naik lagi)


Minggu, 5 Juli 2009

Huh, masuk malam terus ni ampe 3 hari berturut-turut, mudah-mudahan aja kepalaku gak ngulah lagi, karena jika kurang tidur kepala ini sering migrain… :( . Hari nie aku juga baru pindah rumah, gabung ama kakakku, yah… mudah-mudahan aja nanti aku bisa nabung buat nikah nanti, maunya sie awal tahun dan tanpa harus pinjam ke siapapun, pusing bayarnya. Tapi jika keadaan memaksa, apa boleh buat, toh ini demi wanita yang kucintai dan kupilih sebagai pendampingku hingga akhir hayat.

Gimana kabarnya si temanku Yunan ya…??? Apa dia uda bisa tenang menghadapi ceweknya yang mulai bertingkah…?? Tapi heran juga, cowok sekarang kan klo bisa ceweknya kerja juga dan berkembang dalam karirnya, dia malah membatasi, alasannya sie karena dia gak mau si cewek bekerja terlalu sibuk hingga akhirnya melupakan dia dan keluarganya kelak jika mereka menikah. Bener juga sie, tapi mumpung sebelum nikah, itu sih sah-sah aja karena belum ada ikatan secara resmi walau mereka uda buat komitmen sama seperti aku, tapi syukurlah aku mempunyai calon istri yang pengertian dan solehah, mudah-mudahan gak berubah setelah kita nikah nanti… :D

Waktu menunjukkan pukul 22.51 Wib, mata ini uda mulai redup, padahal baru aja masuk. Tapi syukurlah call-nya lagi sepi, mudah-mudahan ampe pagi, hehehehe….. :D


Delima (Punica granatum L.), Menghadang Infeksi HIV

“Apa sih enaknya buah delima? Buah kok isinya biji semua.” Pernah mendengar komentar begitu? Biasanya nada sumbang terhadap delima dilontrakan oleh mereka yang tak mau repot. Banyak juga yang enggan memakan delima karena bingung cara memakannya. Buah delima memang unik. Bila buah yang berbentuk buni ini dibelah dua, akan terlihat tumpukan biji yang berdempetan satu sama lain. lalu dimana daging buahnya? Daging buah delima menempel pada biji, menyerupai selaput pembungkus biji, menyerupai selaput pembungkus biji. Rasanya asam-asam manis, segar di lidah. Untuk mendapatkan daging buahnya, keseluruhan biji harus turut dikulum. Persis memakan buah markisah. Bedanya markisah biasa ditelan bersama bijinya, buah delima tidak demikian. Umumnya bagian biji tidak ikut dimakan karena keras dan bila tergigit menimbulkan rasa baru yang membuat daging buah delima tak seenak dan sesegar semula.

Khasiat tak ternilai

Tak salah pepatah mengatakan berakit-rakit ke hulu berenang-renang ketepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Jika mau sedikit repot memakan buah delima, Anda akan menuai manfaat yang tak ternilai harganya. Buah delima menyimpan khasiat bagi kesehatan, suatu anugerah yang tak bisa dinilai dengan uang. Daging buah delima berkhasiat sebagai penyejuk dan dapat digumakan mengobati sariawan, suara serak, sakit di tenggorokan, cacingan, perut kembung, rematik, sering buang air kecil, menurunkan tekanan darah tinggi, bahkan menurunkan berat badan. Biji delima yang sering dibuang juga menyimpan khasiat antara lain dapat menurunkan demam dan menyembuhkan batuk.

Menghadang kerja virus

Rupanya khasiat delima tak hanya terpendam pada daging buah dan biji. Sejumlah penelitian membuktikan kulit kayu, kulit akar, kulit buah, dan bunga delima juga potensial mengobati penyakit. Contohnya bunga delima, dapat mengobati radang gusi dan bronkitis. Begitu dengan bagian kulit buah yang oleh masyarakat Cina disebut shi liu pi, merupakan obat alami mengatasi radang tenggorokan, radang telinga, keputihan dan perdarahan. Contohnya bunga delima ini kini menkadi perhatian para ilmuwan kedokteran karena berpotensi mengendalikan penyebaran infeksi di dalam tubuh, termasuk infeksi karena virus HIV penyebab penyakit AIDS.

Beberapa pengobatan tradisional dengan delima :

Sering buang air kecil

Sediakan 1 buah delima masak yang masih segar lalu ambil isi berikut bijinya. Tambahkan segenggam kucai yang sudah dicuci bersih dan dipotong seperlunya. Rebus bahan dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin saring. Minum ramuan 2 kali sehari, masing-masing tiga perempat gelas.

Keputihan

Sediakan 30 gram kulit delima kering dan 15 gram herba sambiloto kering. Cuci bersih, lalu rebus dengan 1 liter air, sampai airnya bersisa separuhnya. Setelah dingin, saring air rebusan. Lalu bagi menjadi 3 bagian untuk diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan malam. Ramuan ini juga dapat digunakan untuk mencuci vagina.

Batuk yang sudah berlangsung lama

Sediakan buah delima yang belum terlalu masak. Di malam hari sebelum tidur junyah bijinya sampai halus, setelah itu buang dan jangan ditelan.

Menurunkan berat badan

Sediakan 2 buah delima yang masih muda. Ambil isinya, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan setengah cangkir air masak dan sedikit garam. Remas sampai merata lalu peras dengan kain. Minum air perasan sekaligus. Lakukan setiap hari sampai kelihatan hasilnya.

Sumber: human health


Gesit di Usia 22-23 Bulan

Jemarinya makin lincah saat memainkan permainan menjelang usianya 2 tahun. Dengan tangkas ia merangkai manik-manik atau menyusun balok. Ia juga makin gesit berlari, menuruni tangga, memanjat dan melompat. Baginya, keseimbangan badan sudah bukan masalah.

Melatih Motorik Halusnya.
Membelikan si dua tahun lilin mainan atau clay adalah keputusan yang tepat. Melatihnya memilin, menggulung, membulatkan dan meremas clay bisa meningkatkan kemampuan motorik halusnya. Selain melatih otot jarinya, dengan permainan ini juga bisa melatih otot pergelangan tangannya. Dengan mengajak balita bermain menyusun balok, selain melatih kemampuan motorik halusnya kita juga melatih daya kreativitasnya.

Berlatih Berpakaian Sendiri.
Sejak usia 23 bulan, balita mulai tertarik untuk memakai dan melepas bajunya sendiri. Biarkan anak mencoba melakukannya walaupun memakan waktu yang lama. Perhatikan anak apakah dia mendapatkan kesulitan dan bersiaplah untuk membantunya.

Untuk memudahkan anak memakai dan melepas pakaiannya, pilih pakaian dengan kancing yang besar atau risleting. Kaos atau kemeja yang longgar juga bisa mempermudah balita kita melakukan latihannya. Selain itu balita kita juga senang memakai asesories untuk mempercantik penampilannya, seperti memakai topi, ataupun pita-pita lucu di rambutnya.

Berlatih Toilet Training.
Apabila toilet training sudah pernah diperkenalkan sebelumnya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mendampingi anak belajar cara membuka celananya sendiri. Pakaikan celana yang gampang dilepas seperti celana berpinggang karet.

Tapi apabila balita kita belum sama sekali mengenal toilet training, maka kita bisa mengajarinya dengan memberinya contoh. Tunjukkan kepada balita bahwa ayah atau ibunya selalu pergi ke toilet ketika sedang ingin pipis atau buang air.


Siapa sih TIA itu? Eiiit… bukan siapa, tapi Apasih TIA itu?

Suatu hari dalam sebuah seminar, seorang ibu merasa sangat kedinginan dalam ruangan seminar yang pendinginnya (AC) memang dingin. Saat makan siang si ibu merasa bahwa mulutnya udah tidak simetris, maka segeralah beliau dibawa ke unit stroke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan yang dibutuhkan. Hal senada juga terjadi pada salah seorang kolega yang merasa kesehatannya terganggu saat sedang rapat disebuah ruangan yang pendingin ruangannya masih bekerja baik, beliaupun kemudian dibawa kerumah sakit dan harus tinggal beberapa hari untuk menjalani terapi dan pengobatan terhadap bibirnya yang mencong. Kenapa bisa terjadi ya? Apa sih penyebabnya? Ituah dua pertanyaan diantara berbagai pertanyaan yang bersliweran dikepala ini.

Banyak orang bilang bahwa stroke itu datang tiba-tiba, tapi menurut Peter M Rothwell, profesor klinik neurologi Universitas Oxford Inggris- stroke itu penyakit sopan, dia kulonuwun dulu sebelum datang menyerang. Serangan kulonuwun ini disebut Transient Ischemik Attack (TIA) atau mini stroke, bukan Tia gadis tetangga sebelah yang suka pake rok mini laaa yauuuw. Menurut Peter, pertanda paling sederhana datangnya stroke adalah melemahnya daya komunikasi atau sulit bicara lebih dari 10 menit. Kalau hal ini terjadi, jangan tunggu sampai hari berikutnya, karena kemungkinan akan sangat terlambat.

Dalam penelitian terbaru Peter dan teman-temannya, mencatat 1.247 orang yang terkena mini stroke, mengalami penghambatan aliran darah di arteri otak. Dan ditemukan bahwa yang kena mini stroke akan berlanjut menjadi stroke, 1,2% terserang stroke hanya dalam 6 jam, 2,1% terserang dalam 12 jam kemudian, dan 50% stroke pada 24 jam berikutnya. Dia mengatakan 24 jam pertama adalah masa paling berharga untuk menyelamatkan penderita TIA.

Faktor-faktor yang menaikkan risiko terkena stroke:

  • Usia diatas 60 tahun
  • Tekanan darah tinggi
  • Gejala klinis lemah fisik
  • Durasi mini stroke (TIA)

Pasien dengan faktor risiko tersebut diatas harus diperlakukan sebagai pasien dalam keadaan darurat, tetapi ini bukan berarti yang berusia 30 tahun tidak ditangani. Ingat bahwa era sekarang sudah sering bermunculan orang-orang yang masih berumur 30an tahun sudah menderita stroke. Dengan tindakan cepat maka risiko buruk bisa dikurangi. Tindakan pertolongan yang cepat bisa mengurangi risiko serangan stroke hingga 80%.

Menurut Peter, pertolongan yang dilakukan sederhana, standard perawatan yang ringan seperti:

  • Pemberian aspirin berguna untuk mencegah penggumpalan darah yang bisa menyumbat aliran darah pada arteri otak.
  • Bisa ditambah clopidogrel (plavix), berfungsi seperti aspirin
  • Terapi stattin adalah obat-obatan semacam crestor, lipitor dan zocor yang bisa menurunkan kolesterol darah
  • Penurunan tekanan darah

Pasien TIA tidak boleh berada di rumah, dia harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis dan menjalani observasi serta tes. Menurut Daniel Laskowitz, profesor neurologi di universitas Duke, orang yang terserang TIA benar-benar harus dimasukkan kategori peringatan keras. Ini bukan sesuatu yang bisa ditunda atau nanti dulu, seminggu kemudian, seperti kalau kita terserang flu, karena stroke akan menyerang setelahnya. Ada intervensi jelas yang dapat dilakukan rumah sakit untuk mencegah stroke. Mereka bisa kembali kerumah apabila hasil tes menunjukkan hasil negatif, tetapi mereka harus waspada agar tidak mendapat serangan stroke kedua dengan pola hidup lebih baik. Tidak banyak orang mampu bertahan hidup setelah serangan stroke yang ke tiga. Sungguh suatu mukjizat ketika ada orang mampu bertahan hidup setelah serangan stroke yang lebih dari 10 kali, seperti sosok yang pernah tampil di acaranya Kick Andy.

So, ingat TIA ini bisa berakibat fatal kalau diremehkan bagi yang mengalaminya. Jangan remehkan dan jangan ditunda. Usia muda bukan jaminan untuk tidak berkenalan dengan TIA. Ayo kita jauhi TIA dengan bergaya hidup sehat


March 2010
M T W T F S S
« Jul    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031